Inovasi Obat Diabetes dari Kulit Jengkol Antarkan Tim FK UMRAH Raih Prestasi Global
BANGKOK – Panggung inovasi dunia di Bangkok menjadi saksi keunggulan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tim dari Fakultas Kedokteran berhasil mengharumkan nama almamater dan Indonesia dengan meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang bergengsi Thailand Inventors’ Day 2025, yang berlangsung pada 2-6 Februari.
Penghargaan internasional ini diraih berkat inovasi mereka yang diberi nama DRICHO, sebuah riset pengembangan obat herbal untuk penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Tim UMRAH secara cerdas memanfaatkan bahan-bahan alami lokal seperti ekstrak kulit jengkol (dogfruit rind), madu, dan jeruk, yang terbukti berpotensi sebagai inhibitor alfa glukosidase alami.
Di balik prestasi ini, berdiri empat inovator muda: Muhammad Daffa Al-Ghaffar, Rifky Aulia Dzakwan, Amelia Kartika Siregar, dan Nurtadiatul Khairoh. Kerja keras dan kolaborasi mereka berhasil membuahkan hasil gemilang di kategori Kesehatan dan Obat-obatan (Kelas A) pada kompetisi yang merupakan bagian dari Bangkok International IPITEx 2025.
Apresiasi tertinggi datang dari pimpinan universitas. Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA., menyebut pencapaian ini sebagai inspirasi. “Keberhasilan ini adalah bukti semangat inovasi mahasiswa UMRAH untuk berkontribusi di panggung global. Semoga ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya.

Kebanggaan serupa disuarakan Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. Nevrita, M.Pd, M.Si. “Saya luar biasa bangga. Proyek DRICHO adalah hasil kerja keras yang hebat, dan kami berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat nyata bagi dunia medis,” kata Dr. Nevrita.
Kemenangan di Bangkok ini lebih dari sekadar medali; ia adalah penegasan bahwa riset dan inovasi dari putra-putri daerah Kepulauan Riau mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional, semakin memperkuat posisi UMRAH sebagai universitas maritim yang berwawasan global.







